Sunday, January 10, 2016

PERMINTAAN, PENAWARAN DAN HARGA KESEIMBANGAN

PERMINTAAN, PENAWARAN, HARGA KESEIMBANGAN
DAN PASAR

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

URAIAN
1. Siswa mampu memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi, konsep ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen, konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar.
Permintaan dan penawaran
Harga keseimbangan
Berbagai bentuk pasar barang
Pasar input (Pasar Faktor Produksi)

 

A.      PERMINTAAN (DEMAND)  DAN PENAWARAN (SUPPLY)


No.
Keterangan
Permintaan
Penawaran
1.
Pengertian
Jumlah keseluruhan barang dan jasa yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai macam  tingkat harga
Jumlah keseluruhan barang atau jasa yang akan dijual atau ditawarkan oleh produsen pada berbagai macam tingkat harga
2.
Hukum atau hubungan antara harga dengan jumlah barang
Jumlah barang yang diminta akan selalu berbanding terbalik dengan harganya (negatif), artinya jika harga barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan berkurang, dan jika harga barang turun, maka jumlah barang yang diminta akan bertambah
Jumlah barang yang ditawarkan akan selalu berbanding lurus dengan harganya (positif) artinya jika harga barang naik, maka jumlah barang yang ditawarkan bertambah, sebaliknya jika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan berkurang
3.
Faktor yang mempengaruhi
a.       Pendapatan atau penghasilan masyarakat
b.       Distribusi pendapatan masyarakat
c.        Selera konsumen terhadap barang
d.       Jumlah penduduk
e.       Harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut
f.         Prediksi masyarakat tentang kondisi di masa yang akan datang
g.       Adanya barang substitusi
h.       Kegunaan akan suatu barang
a.       Biaya produksi artinya biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang atau jasa
b.       Kemajuan tehnologi atau adanya tehnologi baru
c.        Harga bahan baku untuk membuat barang
d.       Banyaknya produsen yang menawarkan barang
e.       Laba yaang diinginkan produsen atau penjual
4.
Fungsi
P = a – b Q atau Q = a – b P
P = a + bQ atau Q = a + b P
5.
Syarat mutlak fungsi
Nilai a = Ujudnya angka saja (harus +)
Nilai b = Yang ada hurufnya ( harus –)
Nilai a = Ujudnya angka saja (boleh + / –)
Nilai b = Yang ada hurufnya ( harus –)
6.
Cara menentukan persamaan fungsi
7.
Grafiknya
Melereng dari kiri atas ke kanan bawah
Melereng dari kiri bawah ke kanan atas




Ada tiga macam barang dimana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku, yaitu;
a.        Barang giffen adalah barang inferior (barang bermutu rendah) yang efek pendapatannya lebih besar dari pada efek substitusinya
b.        Barang spekulasi adalah bila konsumen berhadap bahwa harga barang di masa mendatang akan mengalami kenaikan, maka kenaikan harga sekarang justru diikuti dengan kenaikan permintaan
c.        Barang prestise adalah kesediaan konsumen untuk membayar barang dengan harga yang lebih tinggi, karena unsur prestise, misal pakaian bekas milik orang kenamaan, permataan bekas orang terkenal dan sebagainya.
B. KESEIMBANGAN PASAR
Keseimbangan pasar (Price Equillibrium) adalah harga yang terjadi apabila jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Rumus keseimbangan pasar adalah sebagai berikut.

Pd = Ps
 

Qd = Qs
 
                                 
                                                    atau

Keterangan :
Pd = P untuk fungsi permintaan                      Qd = Q untuk fungsi permintaan
Ps = P untuk fungsi penawaran                      Qs = Q untuk fungsi penawaran.

Contoh:
Fungsi permintaan P = 1000 – 20Q  dan fungsi penawaran P = -600 + 20Q. Tentukan besarnya  keseimbangan!
Jawab:
Pd = Ps                        1000 - 20 Q  =  -600 + 20 Q
                -40 Q  =  - 1600
                                                                        Q  =  40 unit
Jika Q = 40, maka P = 1000 - 20 (40) = 200. Jadi keseimbangan pasarnya : Q = 40 dan P =  200 atau (40,200).
Gambarnya:
                                                                                      P

                                                                            1.000
D
 


                                                                                                                S

                                                                                 200

                                                                                    0                                          30   40    50                                           Q



                                                                            - 600

     *    PENGARUH PAJAK TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR
Pajak yang dikenakan atas penjualan selalu menambah harga barang yang ditawarkan, sehingga hanya mempengaruhi fungsi penawaran, sedang fungsi permintaannya tetap.
Contoh:
Fungsi permintaan ditunjukkan dengan P = 50 – 2Q, dan fungsi penawaran ditunjukkan dengan P = -30 + 2 Q. Terhadap barang tersebut dikenakan pajak sebesar Rp 10,00  per unit. Tentukan Titik keseimbangan pasar setelah pajak.
Jawab:
Titik keseimbangan setelah pajak.
    Penawaran sebelum pajak:              P = -30 + 2 Q
    Penawaran sesudah pajak:              P = -30 + 2 Q + 10
                                                                    P = -20 + 2 Q
    Sedangkan persamaan permintaan tetap.
Keseimbangan pasar: Pd = Ps
                    50 – 2Q =              -20 + 2 Q
                    -4 Q        =              -70
                    Q             =              17,5
    Jika Q = 17,5 maka P = 50 – 2 (17,5)
                                    P = 15
Jadi keseimbangan setelah pajak adalah P = 15 dan Q = 17,5 atau (17,5 ; 15)

Pengaruh pajak dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
a. Beban pajak yang harus ditanggung oleh konsumen (tk)
    Untuk pajak perunit :                                           Untuk pajak keseluruhan

tk = (P1 – P ) Q1
 

tk = P1 – P
 
 




Dimana:
tk = beban pajak yang ditanggung konsumen
PI = harga keseimbangan setelah pajak
P = harga keseimbangan sebelum pajak
Q1 = Jumlah keseimbangan setelah pajak
Berdasarkan contoh diatas maka pajak yang ditanggung konsumen  perunit adalah
Tk =  15 – 10 = Rp 5,00 .

b. Beban pajak yang ditanggung produsen (tp)
    Untuk pajak perunit :                                           Untuk pajak keseluruhan :

tp = t - tk
 

tp = (t - tk ) Q1
 
                                                   


Dimana:
tp = beban pajak yang ditanggung produsen
t = besarnya pajak per unit
tk = besarnya pajak yang ditanggung konsumen
Berdasarkan contoh di atas, maka pajak yang ditanggung produsen perunit adalah
tp = 10 – 5 = Rp 5,00

c. Pajak yang diterima Pemerintah (T)

T = QI x t
 
                                                    Dimana Q1 = Jumlah keseimbangan setelah pajak
                                                                      t   = Besarnya pajak perunit

Berdasarkan contoh di atas maka Pajak yang diterima pemerintah : 17,5 x 10 = Rp 175,00

       * Pengaruh Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar
Subsidi merupakan bantuan yang diberikan pemerintah kepada produsen dan konsumen, sehingga subsidi selalu megurangi harga barang yang ditawarkan atau hanya mempengaruhi fungsi penawaran, sedang fungsi permintaannya tetap.
Contoh:
Fungsi permintaan ditunjukkan dengan   P = 50 – 2Q, dan fungsi penawaran ditunjukkan dengan P = -30 + 2 Q. Terhadap barang tersebut Pemeintah memberi subsidi Rp 10,00  per unit. Tentukan Titik keseimbangan pasar setelah subsidi
Jawab:
Penawaran tanpa subsidi   :   P = -30 + 2 Q
Penawaran dengan subsidi:   P = -30 + 2 Q – 10
                                               P =  -40 + 2 Q
Karena persamaan  permintaannya tetap, maka keseimbangan setelah subsidi adalah
                                50 – 2Q =              -40 + 2 Q
                                -4 Q        =              -90
                                Q             =              22,5
Jika Q = 22,5 maka P = 50 – 2 (22,5) = 5
Jadi keseimbangan setelah subsidi adalah: P = 5 dan Q = 22,5 atau (22½, 5)

            Subsidi dibagi menjadi tiga bagian antara lain sebagai berikut :
a.         Bagian subsidi yang dinikmati konsumen (sk)
            Subsidi konsumen perunit :                                       Subsidi konsumen  keseluruhan :

sk = P - PI
 

sk = (P – P1) Q1
 
 


                                                                        

            Dimana:
            sk = subsidi yang dinikmati konsumen
            P = harga keseimbangan sebelum subsidi
            PI = harga keseimbangan dengan adanya subsidi
            Q1 = Jumlah keseimbangan setelah subsidi
b.         Bagian subsidi yang dinikmati produsen (sp)
            Subsidi produsen perunit :                                        Subsidi produsen keseluruhan :

sp = s - sk
 

sp = (s – sk) Q1
 
                                                                                   

            Dimana:
            sp = subsidi yang dinikmati produsen
            s = subsidi per unit
            sk = subsidi yang dimiliki konsumen
c.         Jumlah sibsidi yang dibayarkan oleh pemerintah  (S)

S = Q1 x s
 
 




            Dimana:
            S = subsidi yang dibayar oleh pemerintah
            QI = jumlah barang yang terjual setelah subsidi
            s = subsidi per unit

C.  PASAR ATAU STRUKTUR PASAR
Pasar adalah hubungan keseluruhan dari permintaan dengan penawaran terhadap barang atau jasa. Dilihat dari hubungan antar pembeli dan penjual, pasar dibedakan menjadi :
1.       Pasar persaingan sempurna Adalah pasar dimana terdapat banyak penjual dan banyak pembeli untuk memperdagangkan barang yang homogen. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna diantaranya :
a.       Jumlah penjual dan pembeli sangat banyak
b.       Barang yang dijual bersifat homogen
c.        Terdapat kebebasan keluar masuk pasar, baik bagi pembeli maupun penjual
d.       Ada mobilitas barang, sehingga pembeli dapat memperoleh barang dalam jumlah berapapun
e.       Penjual dan pembeli memahami keadaan pasar yang sebenarnya.
2.       Pasar persaingan tidak semuprna Adalah pasar dimana syarat-syarat pasar persaingan sempurna tidak terpenuhi. Pasar persaingan tidak sempurna, terdiri dari :
a.       Pasar Monopoli            : Pasar yang terdapat satu pihak penjual yang menguasai
b.       Pasar Duopoli              : Pasar yang terdapat dua pihak penjual yang menguasai
c.        Pasar Oligopoli            : Suatu pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual menguasai (3 – 10 penjual / producen)
d.       Pasar Persaingan Monopolistis                : Pasar terdapat banyak penjual dalam suatu jenis barang tertentu, tetapi tiap penjual mempunyai ciri barang yang berbeda (differensi produk).

D. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Elastisitas  adalah Kepekaan atau angka yang menunjukkan perubahan harga barang terhadap perubahan jumlah barang atau pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta dan jumlah barang yang ditawarkan.
Terdapat beberapa macam Koefisien elastisitas (E), diantaranya : 
1.                  Elastisitas Harga (Price Elasticity) adalah Perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang dengan persentase perubahan harga barang. 
2.                   Elastisitas silang (Cross Elaticity) adalah pengaruh perubahan harga barang x terhadap jumlah barang y yang diminta, jadi rasio antara jumlah barang y yang diminta dengan harga barang x
3.                   Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity) adalah pengaruh perubahan pendapatan terhadap jumlah barang yang diminta.
Untuk lebih memberikan gambaran seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan, maka koefisien elastisitasnya dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

E =
 
 



Rumus :                                                                                                                                         atau



 

 

 
 



                                                                                  Dan                                        atau

Keterangan :
DQ          =      selisih jumlah barang
DP          =      selisih harga barang
P             =      harga mula-mula
Q             =      jumlah barang mula-mula

Macam-macam sifat elastisitas
No.
Jenis Elastisitas
Rumus
Logika
Contoh barang
1.
Permintaan elastis
E > 1
% D Q > % D P
Keb. Lux atau mewah
2.
Permintaan inelastis
E < 1
% D Q < % D P
Keb. Primer/pokok
3.
Permintaan uniter/normal
E = 1
% D Q = % D P
Keb. Sekunder
4.
Permintaan elastis sempruna
E = ~
% D Q , % D P = 0
Keb. Dunia (gandum, minyak
5.
Permintaan inelastis Sempurna
E = 0
% DQ = 0, % D P
Keb. Tanah, air minum dsb.

Cara Smart menentukan besarnya elastisitas, tanpa mencari turunan Q atau Q’, yaitu :

  1.  
    Jika persamaan menunjukkan Q = a – bP (fungsi permintaan) da  Q = a + bP (fungsi penawaran), maka rumus Elastisitasnya :




  1.  
    Jika persamaan gungsi menunjukkan P = a – bQ (fungsi permintaan) dan P = a + bQ (fungsi penawaran) maka rumus elastisitas :
                                               



E.  ELASTISITAS SILANG
Untuk menentukan besarnya Elastisitas silang dirumuskan sebagai berikut :



 


 
 


                                                                                                       Atau


Keterangan :
Qy = Jumlah barang Y yang diminya
Px = Harga barang X
  Elastisitas silang hanya berlaku untuk 2 macam barang :
  1. untuk barang komplementer, elastisitas silang bersifat negatif
  2. untuk barang subtitusi, elastisitas silang bersifat positif.

F.  ELASTISITAS PENDAPATAN
Untuk menentukan besarnya Elastisitas pendapatan dirumuskan sebagai berikut :


 

Keterangan :
Q = Jumlah barang  yang diminya
Y = Pendapatan konsumen

 
 


                                                                                                               


  Elastisitas pendapatan hanya berlaku untuk 2 macam barang :
  1. untuk barang inferior (bermutu rendah), elastisitas pendapatan bersifat negatif
  2. untuk barang superior, elastisitas pendapatan bersifat positif.

Excess Demand dan Excess Supply
  1. Excess demand adalah kelebihan permintaan akibat harga turun (penetapan harga maksimum oleh pemerintah)
  2. Excess supply adalah kelebihan penawaran akibat harga naik (penetapan harga minimum oleh pemerintah)

 



D                                                                             S

 

                                Harga Minimum                                 Excess Supply

 

 

                                Harga Pasar                                                        E

 

 

 

                                Harga Maksimum                              Excess demand

 

    S                                                                         D

 

 

0                        Q1                  Q                 Q2


G. PASAR FAKTOR PRODUKSI ATAU PASAR INPUT

  1. Pasar  tanah (Sumber Daya Alam) adalah Pasar yang menghubungkan penjual dengan pembeli tanah untuk melakukan transaksi perdagangan. PemilikTanah menerima imbalan jasa berupa  sewa
  2. Pasar Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia) adalah pasar yang menghubungkan penjual dan pembeli tenaga  kerja untuk melakukan transaksi perdagangan. Tenaga kerja akan memperoleh upah/gaji
  3. Pasar Modal (Sumber Daya Modal) adalah pasar yang menghubungkan antara penjual dan pembeli modal uang untuk melakukan transaksi perdagangan. Pemilik modal akan menerima pendapatan berupa bunga modal
  4. Kewirausahaan / pengusaha. Pengusaha akan memperileh balas jasa berupa keuntungan / laba.